lovandra Blog

Just another WordPress.com weblog

cara membuat tape singkong

Cara membuat tape singkong

Tape adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi). Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan “tape singkong”.

Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong atau ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang baik. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape. Agar pembuatan tape berhasil dengan baik alat-alat dan bahan-bahan harus bersih, terutama dari lemak atau minyak. Alat-alat yang berminyak jika digunakan untuk mengolah pembuatan tape bisa menyebabkan kegagalan fermentasi. Air juga harus bersih. Menggunakan air hujan juga bisa menyebabkan gagal fermentasi.

Selain dimakan langsung, tape juga enak dijadikan olahan lain atau dicampur dengan makanan atau minuman lain. Seperti tape pulut sangat enak untuk campuran cendol atau es campur, bisa juga diolah kembali menjadi wajik atau dodol. Sedangkan tape singkong selain bisa dijadikan campuran cendol, es campur atau es doger, bisa juga dibuat makanan gorengan rondo royal (tape goreng), colenak, dll.

Cara membuat Tape singkong

Bahan:
Singkong 5 kg
Ragi 5 butir

Cara pembuatan:
Singkong dipotong-potong ukuran sedang, kupas dan cuci bersih.
Kukus sebentar sampai agak empuk, jangan sampai mekar. Angkat dan biarkan agak dingin.
Hal yang perlu diperhatikan adalah cara pengodogan/ perebusan, harus benar benar matang sebelum di beri ragi untuk proses fermentasi, karena kalau tidak benar benar matang, meskipun diberi ragi sebanyak mungkin untuk proses fermentasi akan menghasilkan tape yang sangat jelek, dan satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya, ragi yang akan di buat memfermentasikan jangan sampai tercampur dengan barang atau campuran lain, hal ini akan merusak dan membuat singkong ketika jadi tape akan menjadi lembek.

Haluskan/hancurkan ragi tape (biasanya ragi tape berbentuk bola putih sebesar baso, atau lebih kecil lagi, dan dijual dalam plastik kecil berisi 3-4 bola ragi).
Taburkan secara merata ke seluruh permukaan singkong. Tutup dengan daun pisang (atau pembungkus plastik yang dilubangi di beberapa tempat dan tutup dengan kain serbet).
Simpan di tempat hangat selama 1-2 hari sampai singkong menjadi empuk.

Proses pembuatan tape singkong
adalah:
1. Pilihlah singkong yang bagus dan rata, kemudian
dikupas, dipotong- potong sesuai selera dan dicuci bersih.
2. Kemudian potongan singkong tersebut direbus sampai
matang kemudian ditiriskan.
3. Tunggu singkong tersebut sampai dingin, bias juga
pakai kipas angin.
4. Sediakan ragi tape yang bias dibeli di took obat
makanan, kemudian ditumbuk halus dan diayak pakai ayakan atau saringan.
5. Taburkan ragi halus ke singkong-singkong yang sudah
dingin sampai rata.
6. Sediakan tempat untuk menyimpan singkong yang sudah
ditaburi ragi tersebut, bisa memakai plastic ataupun memakai daun pising
atau daun jati.
7. Peram bungkusan singkong tersebut kurang lebih 3 hari
8. Setelah 3 hari bukalah bungkusan singkong tersebut,
dan tape singkong siap dinikmati.

TEKNIK PEMBUATAN TAPE SONGKONG
Tujuan
1. Mengetahui cara membuat tape singkong.
2. Mengamati proses fermentasi dalam pembuatan tape singkong.
3. Menghasilkan produk baru yang lebih tinggi nilai gizinya lewat proses fermentasi.

Alat dan Bahan
1. ½ kg singkong (kupas, potong ± 6 cm x 6 cm)
2. 1 butir ragi tape (Saccharomyces cereviceae)
3. Panci
4. Tirisan
5. Sendok nasi (yang terbuat dari kayu)
6. Tampah / nampan
7. Tali raffia
8. Plastik / daun pisang

Cara Kerja
1. Rebus singkong dengan menggunakan air bersih hingga matang (jangan terlalu matang karena singkongnya akan mudah benyek).
2. Tiriskan singkong yang telah matang dengan menggunakan tirisan.
3. Setelah itu, taruh singkong di atas tampah / nampan, tunggu hingga dingin.
4. Sambil menunggu singkong dingin, haluskan ragi tape hingga berbentuk butiran-butiran halus
5. Setelah singkong dingin, bubuhkan ragi tape yang telah dihaluskan secukupnya. Bolak balik singkong dengan sendok kayu agar ragi tape tersebar rata.
6. Bungkus singkong yang telah dibubuhi ragi dengan menggunakan daun pisang / plastik, kemudian ikat (jika menggunakan daun pisang, ikat dengan tali rafia).
7. Tempatkan bungkusan-bungkusan singkong tersebut ke dalam wadah kedap udara (kalau bisa alasi wadah dengan kertas koran), tutup rapat.
8. Setelah ± 1 – 1½ hari pemeraman (selama fermentasi wadah jangan dibuka-buka), tape siap dikonsumsi.

Hasil Pengamatan

Pembuatan tape kelompok kami kali ini berhasil. Hal ini ditunjang oleh sterilitas alat dan bahan yang kami gunakan, serta lama pemeraman yang ideal, sehingga proses fermentasi dapat optimal (zat pati yang terkandung dalam tape diubah oleh enzim amilase yang terdapat di dalam mikroorganisme ragi (Saccharomyces cereviceae) menjadi sukrosa (gula) yang akan diubah lagi oleh enzim intervertase menjadi glukosa dan hasilnya berupa alkohol). Tape yang dihasilkanpun mengeluarkan harum khas tape yang menyengat. Namun, sayangnya, tape kami terasa agak asam karena ragi yang dibubuhkan terlalu banyak dan proses pemeraman yang terlalu lama (± 2 hari). Selain itu, tape kami juga menghasilkan banyak air tape terbukti koran yang mengalasi wadah kedap udara dibasahi oleh air tape.

Kesimpulan

Keberhasilan pembuatan tape dan rasa tape dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: sterilitas alat dan bahan utama (singkong), kesesuaian dalam pemberian ragi, dan lamanya proses fermentasi. Kesterilan alat dan bahan-bahan yang digunakan sangat berpengaruh dikarenakan apabila terdapat bakteri-bakteri lain di dalam alat /bahan dapat menghambat proses fermentasi atau bahkan bila fermentasi berhasil, terdapat kemungkinan bakteri yang sifatnya beracun akan terdapat di dalam tape. Kesesuaian dalam pemberian ragi sangatlah penting dalam menentukan citarasa yang ada di dalam tape, bila ragi yang dibubuhkan terlalu banyak, tape bukannya terasa semakin manis, melainkan menjadi asam. Sedangkan, lamanya proses fermentasi harus diperhatikan (sebaiknya jangan lebih dari 2 hari) karena tape akan menjadi sangat lembek dan asam (alkohol yang terdapat di dalam tape bila difermentasi terlalu lama akan menghasilkan asam asetat sehingga tape terasa asam). Selain terasa asam, tape juga akan menghasilkan banyak air tape, alhasil rasa manis pada tapepun berkurang. Pada dasarnya, tape memiliki kandungan vitamin A yang lebih tinggi dibandingkan singkong (dapat diketahui apabila tape berwarna kuning), tape juga amat bermanfaat untuk menghangatkan tubuh karena mengandung alkohol (tapi bila dikonsumsi berlebihan akan mengakibatkan kemabukkan).Namun, kadar asam asetat yang tinggi dalam tape yang terlalu lama difermentasi selain mempengaruhi cita rasa tape, bahkan dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Proses pembuatan tape singkong
adalah:
1. Pilihlah singkong yang bagus dan rata, kemudian
dikupas, dipotong- potong sesuai selera dan dicuci bersih.
2. Kemudian potongan singkong tersebut direbus sampai
matang kemudian ditiriskan.
3. Tunggu singkong tersebut sampai dingin, bias juga
pakai kipas angin.
4. Sediakan ragi tape yang bias dibeli di took obat
makanan, kemudian ditumbuk halus dan diayak pakai ayakan atau saringan.
5. Taburkan ragi halus ke singkong-singkong yang sudah
dingin sampai rata.
6. Sediakan tempat untuk menyimpan singkong yang sudah
ditaburi ragi tersebut, bias memakai plastic ataupun memakai daun pising
atau daun jati.
7. Peram bungkusan singkong tersebut kurang lebih 3 hari
8. Setelah 3 hari bukalah bungkusan singkong tersebut,
dan tape singkong siap dinikmati.

About these ads

Januari 17, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: